Football - FC Barcelona v Juventus - UEFA Champions League Final - Olympiastadion, Berlin, Germany - 6/6/15
(From L-R) Barcelona's Douglas, Dani Alves, Adriano, Rafinha and Neymar with the trophy after winning the UEFA Champions League
Reuters / Dylan Martinez

Lokasi partai final Copa del Rey akan digelar hingga kini masih belum pasti. Santiago Bernabeu, markas Real Madrid menjadi pilihan utama, namun rupanya tak bisa ditentukan dengan mulus. Madrid disebut-sebut menolak markasnya dijadikan lokasi partai final karena rival utama mereka, Barcelona yang akan bermain. Klub asal Catalan akan menghadapi Sevilla yang dini hari tadi mengalahkan Celta Vigo.

Mengomentari polemik ini, mantan Presiden Barcelona, Joan Gaspart angkat bicara. Dia menilai apa yang dilakukan oleh Los Blancos tak lebih dari sebuah sikap iri dan takut. Sebagai klub rival, tentu ada ketakutan tersendiri bagi mereka jika nantinya Blaugrana yang menang. Tentu sangat menyakitkan melihat Lionel Messi dan kawan-kawan berpesta mengangkat trofi di atas lapangan Bernabeu.

Madrid takut Barcelona akan mengangkat Copa di Bernabeu. Dan jika benar mereka harus mengatakan alasannya itu ke orang-orang, tegas Gaspart. Gaspart kemudian membandingkan dengan apa yang pernah dilakukan Barcelona pada 1999 lalu. Saat itu Camp Nou ditunjuk untuk menggelar final Liga Champions, dan tahu Madrid amat berpeluang bermain di partai tersebut.

Tetapi, karena didasarkan asas profesionalisme, Blaugrana tidak ingin menghalang-halanginya. Untuk itu, dia berharap Madrid mesti menerima keputusan ini, dan mau menuruti apa yang telah ditentukan federasi sebelumnya.
Kami menggelar final Liga Champions 1999 lalu, dan tahu Madrid bisa bermain di sana. Pada akhirnya Manchester United dan Bayern Munich yang main, tapi kami tidak punya keraguan sebelumnya, papar Gaspart.

Madrid Menolak Santiago Bernabeu Sebagai Saksi Bisu Barcelona Memenangkan Copa del Rey

Post navigation


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *